Negara Tuan rumah SEA Games ke-33 Sekali Lagi Dikritik, Persiapannya Kurang Memadai!
- techz.vn
Olret – Negara tuan rumah Thailand secara konsisten menghadapi kekurangan dalam mempersiapkan kondisi yang diperlukan untuk makanan, akomodasi, dan kompetisi bagi atlet yang berpartisipasi dalam SEA Games ke-33.
Pada SEA Games ke-33, tim futsal putri Vietnam menghadapi kesulitan yang cukup besar bahkan di luar arena kompetisi, karena pengaturan nutrisi yang disediakan oleh negara tuan rumah, Thailand, telah dipertanyakan.
Makanan yang disediakan oleh negara tuan rumah Thailand untuk para pemain hanya terdiri dari nasi putih, sedikit salad, beberapa daging tumis, dan sepotong roti atau telur goreng.
Banyak pemain mengatakan bahwa makanan ini kurang mengandung energi dan nutrisi yang dibutuhkan, terutama mengingat kompetisi intensitas tinggi yang terus menerus. Oleh karena itu, anggota tim futsal putri Vietnam harus membeli makanan tambahan dari luar untuk memastikan kesehatan dan mempertahankan performa mereka.
Insiden ini semakin mencerminkan kurangnya persiapan logistik negara tuan rumah untuk SEA Games ke-33, padahal ini merupakan elemen mendasar dan penting dalam memastikan hak-hak atlet. Bahkan, SEA Games ke-33 di Thailand juga mengalami banyak kesalahan organisasi.
Upacara pembukaan dikritik karena pelaksanaannya yang buruk, dengan banyak detail yang kurang sinkron, dan tampilan bendera nasional yang salah dalam video pengantar, yang menimbulkan pertanyaan tentang profesionalisme negara tuan rumah.
Negara tuan rumah juga mengecewakan pemirsa dengan serangkaian kesalahan sepanjang pertandingan. Mereka berulang kali menggunakan bendera nasional yang salah untuk delegasi olahraga yang berpartisipasi, salah mengeja nama Malaysia, dan menghilangkan nama tim bola basket Laos dari papan skor.
Kisah tentang makanan yang tidak memadai, bersama dengan kekurangan organisasi, menjadi peringatan bagi negara tuan rumah mengenai perlunya persiapan komprehensif untuk sebuah acara olahraga internasional.
SEA Games ke-33 menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah acara olahraga tidak hanya terletak pada hasil di lapangan, tetapi juga pada bagaimana atlet diperhatikan, dihormati, dan standar internasional dipastikan terpenuhi.