Menguak Tirai Gelap: Pesugihan, Tuyul, dan Kerajaan Monyet dalam Kisah Nyata

Pesugihan Tuyul
Sumber :
  • Youtube

Olret – Seorang sopir angkot, Pak Anton, hidup dalam ketakutan. Istrinya, Bu Eli, yang dulu dikenal sebagai ibu rumah tangga biasa, kini memiliki perilaku aneh. Dengan tatapan kosong, dia sering mengambil palu atau pisau, berniat menyerang suaminya.

Menjemput Ketenangan Hati: Rahasia Doa dan Syukur ala Ustadz Adi Hidayat

Alasannya sungguh tak masuk akal: dengan melakukan itu, kekayaan akan datang. Apa yang sebenarnya terjadi pada Bu Eli?

Perubahan drastis ini bermula saat Bu Eli mengikuti rombongan ziarah. Namun, tempat yang mereka kunjungi bukanlah makam ulama, melainkan sebuah situs pesugihan yang dijaga oleh dua ekor kera gaib.

Pria Vietnam Menderita Depresi Akibat Maskulinitas Beracun

Sejak saat itu, Bu Eli merasa didorong oleh kekuatan tak terlihat untuk mencari jalan pintas menuju kekayaan, terlepas dari konsekuensi yang mengerikan.

Saat Ruqyah Dimulai, Kegelapan Merayap

Gol di Menit-Menit Akhir Menjaga Harapan Italia Lolos ke Piala Dunia 2026 Tetap Hidup

Kisah ini diungkap oleh Kang Oman, seorang praktisi ruqyah non-komersil, yang diminta oleh sahabatnya, Pak Asep, untuk membantu keluarga Pak Anton.

Ruqyah dilakukan di lantai 4 sebuah ruko. Begitu Kang Oman menyentuh tangan Bu Eli, listrik di seluruh bangunan padam. Dalam kegelapan, kekacauan pecah. Banyak orang di lantai bawah kesurupan, bertingkah laku seperti monyet.

Saat listrik kembali menyala, terlihat sosok besar menyerupai monyet dengan mata merah menyala di belakang Bu Eli. Makhluk itu mengaku telah mengikat Bu Eli dengan "kontrak" selama tujuh tahun, sebagai imbalan atas kekayaan yang dia dapatkan.

Makhluk itu menolak melepaskan Bu Eli kecuali ada tumbal pengganti. Namun, Kang Oman menolak mentah-mentah dan berhasil memindahkan makhluk itu ke sebuah pohon melinjo, sesuai dengan kesepakatan yang dibuat.

Terbongkar: Kotak Uang Gaib dan Penghasilan Rp5 Juta Sehari

Setelah kondisinya membaik, Bu Eli akhirnya mengaku. Ia terjerat hutang ratusan juta rupiah, yang mendorongnya untuk mencari jalan pintas. Ia mendapatkan sebuah "kotak uang" yang tampak biasa, namun memiliki rahasia di dalamnya.

Lapisan atas berisi uang hasil penjualan warung sembako miliknya, sedangkan lapisan bawah berisi uang gaib yang di-generate dengan bantuan bunga saga dan menyan sebagai "pemancing."

Tidak heran, warung sembako Bu Eli menghasilkan Rp5 juta per hari—sebuah angka yang sangat tidak masuk akal untuk warung kecil di lingkungannya. Dengan penghasilan instan ini, Bu Eli berhasil membeli mobil dan rumah senilai Rp600 juta dalam kurun waktu empat tahun. Namun, kekayaan itu datang dengan bayaran yang mahal.

Halaman Selanjutnya
img_title