Pemilik Kendaraan Listrik Tidak Dapat Mengganti Bantalan Rem Sendiri

Kendaraan Listrik
Sumber :
  • vnexpress.net

Olret – Seorang pemilik Hyundai mencoba mengganti kampas rem belakang pada Ioniq 5 N miliknya, tetapi dihentikan oleh sistem digital.

Alasan Gen Z Lebih Aware Tentang Kesehatan Mental

Dua unggahan terbaru di komunitas mobil listrik Ioniq 5 N di Reddit memicu perdebatan sengit. Seorang pemilik mengatakan ia akan mengganti kampas rem belakang, sesuatu yang katanya telah ia lakukan berkali-kali sebelumnya pada mobil lain. Namun kali ini, alat diagnostik dari produsen mobil tersebut menghalangi rencananya

Menurut postingan tersebut, sistem digital Hyundai sebenarnya mencegah siapa pun selain teknisi bersertifikat untuk melakukan perawatan dasar sekalipun.

Bak Kisah Negeri Dongeng: Di Usia 22, Dinh Bac Hadiahkan Mobil untuk Ayah dan Rumah untuk Ibu

Penggantian kampas rem mengharuskan rem dilepaskan dan dibiarkan masuk sepenuhnya, jika tidak, kampas rem baru tidak akan pas. Selain itu, diperlukan alat diagnostik untuk mengkalibrasi ulang motor terhadap jarak tempuh saat kampas rem baru dipasang.

Satu-satunya cara untuk melakukan ini kabarnya adalah dengan menggunakan alat diagnostik J2534 Hyundai, sebuah aplikasi berbasis Windows yang hanya tersedia melalui portal teknologi pabrikan.

Bocoran Terbaru Spesifikasi Galaxy S26 dan S26+

Para pemilik mengatakan perangkat lunak tersebut memerlukan langganan sebesar $60 per minggu, adaptor perangkat keras yang disetujui senilai lebih dari $2.000, dan koneksi internet yang konstan untuk autentikasi. Meskipun ada koneksi, perangkat lunak tersebut kabarnya tidak berfungsi dengan baik pada model-model baru seperti Ioniq 5 N 2025.

Pemilik mobil mendaftar untuk paket tersebut dan membeli adaptor khusus, tetapi sistemnya tidak berfungsi. Ia kemudian mengetahui penyebabnya. NASTF telah mengunci akunnya dan menolak akses.

NASTF (National Automotive Service Task Force) adalah organisasi Amerika yang menyediakan akses ke informasi, perangkat, dan pelatihan bagi para peneliti keamanan siber, profesional keamanan, dan penyedia layanan perbaikan mobil.

Menurut foto terlampir, pemberitahuan NASTF meminta nama perusahaan dan nomor identifikasi bisnis federal 9 digit. Pengguna yang melakukan perbaikan sendiri tidak diizinkan untuk mengakses.

Menurut poster tersebut, dealer Hyundai bahkan tidak menggunakan perangkat lunak Windows. Mereka seharusnya memiliki akses ke perangkat lunak berbasis Android yang sama sekali berbeda, dan berfungsi dengan baik.

Kisah ini mungkin terdengar seperti kekacauan birokrasi, tetapi masalah yang mendasarinya menimbulkan pertanyaan serius tentang hak untuk memperbaiki di era kendaraan listrik.

Halaman Selanjutnya
img_title