Tottenham Sedang Bersiap untuk Pergantian Manajer Ketiga Kalinya
- thethao247.vn
Olret – Igor Tudor gagal memberikan dampak di London dan bahkan bisa dipecat sebelum genap 30 hari menjabat.
Tottenham mengalami musim yang kacau. Di awal musim, mereka memecat Angel Postecoglou dan mendatangkan Thomas Frank. Namun, setelah hanya setengah musim, mantan manajer Brentford itu dipecat karena kehilangan kendali atas ruang ganti dan gaya permainan tim di Stadion Tottenham. Pengganti Frank, Igor Tudor, tidak lebih baik dan menghadapi risiko pemecatan lagi dalam daftar panjang pemecatannya.
Dalam konteks ini, Thiago Motta muncul sebagai salah satu kandidat utama untuk menduduki kursi pelatih di Tottenham, jika klub London tersebut memutuskan untuk berpisah dengan Igor Tudor.
Menurut Fichajes, manajemen Tottenham telah mulai mempertimbangkan berbagai opsi untuk meluncurkan proyek olahraga baru. Di antara nama-nama yang paling sering disebut, Thiago Motta menonjol sebagai pilihan yang patut diperhatikan, terutama karena ia saat ini berstatus bebas transfer setelah meninggalkan Juventus.
Profil Thiago Motta dianggap sangat cocok dengan arah yang dicari departemen olahraga Tottenham. Manajer asal Italia ini telah memberikan kesan yang kuat dalam peran-peran sebelumnya dengan gaya permainan menyerangnya.
Filosofinya didasarkan pada tekanan tinggi dan pengorganisasian bola dari lini tengah, yang dianggap cukup mirip dengan gaya yang telah diterapkan Tottenham selama bertahun-tahun. Selain itu, Thiago Motta memiliki pengalaman yang cukup besar di sepak bola Eropa, baik sebagai pemain maupun pelatih.
Kecerdasan taktisnya dan kemampuannya untuk bekerja dengan pemain muda menjadikannya kandidat yang menarik bagi tim yang sedang membangun kembali seperti Tottenham.
Meskipun Thiago Motta adalah salah satu kandidat utama, dia bukan satu-satunya nama dalam daftar incaran Tottenham. Opsi lain yang dipertimbangkan oleh klub London itu adalah Roberto De Zerbi.
Pelatih asal Italia itu juga mengesankan dengan filosofi menyerang modernnya dan kemampuannya membangun proyek-proyek ambisius. Namun, status kontrak beberapa kandidat dapat mempersulit negosiasi. Dalam konteks itu, Thiago Motta memiliki sedikit keuntungan karena ia berstatus bebas transfer setelah meninggalkan Juventus.
Prioritas utama Tottenham saat ini tetap bertahan di Liga Primer. Tetapi bahkan jika mereka mencapai tujuan itu, Tottenham hampir pasti harus mempertimbangkan kembali seluruh proyek olahraga mereka. Dalam proses pembangunan kembali tersebut, peran pelatih kepala akan sangat penting.