Pengadilan Tolak Dakwaan Suap: Napas Lega Barcelona, Pukulan Telak Bagi Madrid
- thethao247.vn
Olret – Pengadilan Spanyol telah menolak permintaan Real Madrid untuk mengakses catatan keuangan Barcelona, menempatkan tim Royal pada posisi yang sangat tidak menguntungkan dalam kasus dugaan "pembelian wasit".
Pengadilan Spanyol baru-baru ini secara resmi menolak permintaan Real Madrid untuk mengakses catatan keuangan internal Barcelona dalam kasus Negreira. Putusan ini dipandang sebagai titik balik penting, yang secara langsung memperlambat kemajuan hukum yang telah diupayakan oleh tim Royal.
Skandal Negreira mencuat pada tahun 2023, berpusat pada total €8,4 juta yang diduga dibayarkan Barcelona selama periode panjang kepada perusahaan-perusahaan yang terkait dengan José María Enríquez Negreira, mantan wasit La Liga dan mantan Wakil Presiden Komite Teknis Wasit Spanyol (CTA).
Menurut penyelidikan, pembayaran tersebut dilakukan secara terus menerus selama 17 tahun, dari tahun 2001 hingga 2018. Meskipun tuduhan penyuapan dibatalkan pada tahun 2024 karena Negreira tidak dianggap sebagai pejabat negara, kasus ini berlanjut dengan jalur investigasi baru yang terkait dengan korupsi olahraga.
Dalam konteks ini, Real Madrid masuk ke dalam kasus tersebut sebagai pihak terkait dan mengambil langkah hukum untuk mengklarifikasi konsekuensi yang mereka yakini mungkin telah secara langsung memengaruhi mereka. Perwakilan hukum Real Madrid, Bapak Molina, meminta akses ke catatan keuangan Barcelona dari tahun 2003 hingga 2021.
Permintaan Real Madrid mencakup laporan audit, penilaian keuangan, anggaran multi-tahun, dan lebih dari 600 dokumen terkait, dengan tujuan untuk mengklarifikasi bagaimana €8,4 juta tersebut digunakan dan apakah hal itu menciptakan keuntungan yang tidak etis.
Namun, mantan presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu – yang saat ini menjadi terdakwa dalam kasus tersebut – sangat menentang permintaan ini.
Ia berpendapat bahwa mengizinkan klub saingan mengakses data keuangan internal akan melanggar privasi perusahaan dan melampaui batasan hukum yang diperlukan. Presiden Barca saat ini, Joan Laporta, juga membantah tuduhan tersebut dan mengkritik tuduhan terhadap klubnya.
Pada akhirnya, pengadilan Spanyol memutuskan mendukung Bartomeu, secara resmi menolak klaim Real Madrid. Hal ini membuat ambisi tim Real Madrid untuk menuntut jutaan Euro sebagai kompensasi atas kepergian Negreira menjadi lebih sulit dari sebelumnya.