Kekacauan di FAM dan Kecemasan Malaysia Menjelang Pertandingan Ulang Melawan Vietnam

Timnas Malaysia
Sumber :
  • thethao247.vn

Olret – Pergolakan kepemimpinan di FAM telah menimbulkan kekhawatiran publik, tetapi para ahli menegaskan bahwa krisis kepemimpinan tersebut seharusnya tidak memengaruhi rencana dan kinerja tim nasional Malaysia menjelang periode krusial.

Messi Telah Memulai Negosiasi untuk Transfer dari Inter Miami

Krisis dalam kepemimpinan Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM), menyusul pengunduran diri massal seluruh anggota Komite Eksekutif (Exco) untuk periode 2025-2029, menimbulkan banyak kekhawatiran tentang masa depan sepak bola di negara ini. Fokus opini publik adalah apakah perubahan tingkat atas ini akan memengaruhi persiapan, rencana pertandingan, dan kinerja tim nasional Malaysia pada periode krusial mendatang.

Berbicara kepada media lokal, analis olahraga Datuk Dr Pekan Ramli menyatakan bahwa pengunduran diri Exco FAM seharusnya tidak dan tidak boleh berdampak negatif pada tim nasional, terutama tim nasional Malaysia.

Bahkan Tanpa Ronaldo, Al Nassr Melanjutkan Rentetan Kemenangannya

Menurutnya, rencana pelatihan, jadwal pertandingan persahabatan, dan pertandingan resmi yang telah dijadwalkan oleh FIFA harus terus dilaksanakan sesuai rencana.

Bapak Pekan menekankan bahwa FAM masih memiliki Sekretaris Jenderal dan staf sekretariat yang berdedikasi, yang memiliki wewenang dan tanggung jawab yang cukup untuk memastikan kelancaran operasional tim nasional.

MU Melepas 12 Pemain di Transfer Musim Dingin?

"Semua persiapan profesional untuk tim nasional Malaysia ditangani oleh pelatih kepala, yang dapat bekerja langsung dengan Sekretaris Jenderal FAM, tidak harus melalui posisi manajemen tim yang biasanya dipegang oleh anggota Dewan FAM," jelasnya.

Selain itu, pakar tersebut menyarankan agar FAM dapat menunjuk manajer tim sementara dari staf yang ada untuk memastikan bahwa urusan administrasi tidak terganggu.

"Oleh karena itu, secara keseluruhan, rencana tim nasional seharusnya tidak terpengaruh, meskipun beberapa kesulitan mungkin muncul pada tahap awal," kata Pekan.

Dari perspektif manajemen, Datuk Dr Pekan Ramli menyatakan harapan bahwa FIFA atau Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) akan segera memberikan dukungan yang diperlukan kepada FAM, serupa dengan kasus yang telah terjadi di banyak negara lain.

Menurutnya, intervensi tepat waktu dari organisasi internasional akan membantu memastikan stabilitas dan menciptakan kondisi bagi FAM untuk merestrukturisasi organisasinya, memperkuat tata kelola, dan meningkatkan transparansi.

Dalam konteks ini, tim nasional Malaysia menghadapi jadwal yang krusial. Tim asuhan pelatih Peter Cklamovski akan bermain tandang melawan Vietnam di pertandingan terakhir Grup F kualifikasi Piala Asia 2027 pada 31 Maret.

Saat ini, Malaysia memimpin grup dengan rekor sempurna setelah 5 pertandingan, mengumpulkan 15 poin, unggul dari Vietnam (12 poin), Laos (3 poin), dan Nepal (belum mencetak poin).

Selain itu, tim nasional Malaysia juga akan berpartisipasi dalam ASEAN Cup 2026, sebuah turnamen yang dijadwalkan berlangsung dari 24 Juli hingga 26 Agustus, di mana mereka diharapkan dapat terus menunjukkan posisi mereka di arena regional.