Harapan Palsu di Old Trafford: Kebenaran Pahit Mengapa Ruben Neves Batal Berkostum Setan Merah
- techz.vn
Olret – Dengan Manchester United yang mencari tambahan pemain berkualitas di lini tengah pada jendela transfer Januari, Ruben Neves muncul sebagai target ideal.
Mantan kapten Wolves ini sangat dihargai karena pengalamannya di Premier League dan biaya transfer yang wajar, mengingat kontraknya dengan Al-Hilal hanya tersisa enam bulan. Namun, perkembangan terbaru hampir menghancurkan harapan Setan Merah.
Fabrizio Romano mengkonfirmasi: Tidak ada tawaran resmi
Jurnalis terkemuka Fabrizio Romano mengklarifikasi situasi tersebut di saluran YouTube pribadinya. Ia menyatakan bahwa Manchester United memang telah berdiskusi dengan agen Jorge Mendes pada akhir Desember, tetapi tidak pernah mengirimkan tawaran resmi untuk Ruben Neves.
Ini menunjukkan bahwa minat MU hanya bersifat penjajakan, tanpa tindakan pasti yang diambil.
Neves Siap Menandatangani Kontrak Baru, Al-Hilal Bertekad Mempertahankannya
Saat ini, Ruben Neves sedang dalam negosiasi lanjutan untuk kontrak baru berdurasi tiga tahun dengan Al-Hilal. Klub Liga Pro Saudi itu ingin mempertahankan pemain kuncinya, sementara Neves sendiri siap berkomitmen untuk masa depannya di sana. Hal ini hampir menutup kemungkinan dia kembali ke Liga Primer pada jendela transfer musim dingin.
Toby Collyer: "Kante baru" Man Utd dan misinya menggantikan Casemiro.
Sementara sorotan di Old Trafford sering tertuju pada Kobbie Mainoo, di sudut yang lebih tenang, Manchester United sedang mengasah "permata terpendam" bernama Toby Collyer.
Di era di mana gelandang-gelandang yang mencolok berkuasa, kemunculan Collyer menjadi pengingat akan nilai dari "pekerja" yang tekun—pemain yang tidak perlu mencetak gol untuk menjadi pahlawan, tetapi diam-diam melindungi prestasi tim.
Energi Tak Terbatas dan Pola Pikir Seorang Gelandang Modern
Yang membedakan Toby Collyer dari rekan-rekannya adalah kebugaran fisik dan kesadaran spasialnya yang luar biasa. Di Carrington, laporan menunjukkan Collyer secara konsisten berada di peringkat teratas dalam hal jarak tempuh dan kecepatan lari. Dia bukan gelandang yang hanya menonton bola; dia mencarinya.
Dengan tingkat akurasi umpan yang konsisten di angka 88,6% dan intersep yang mengesankan, pemain berusia 22 tahun ini mendefinisikan kembali peran gelandang bertahan modern di United: bukan hanya perisai baja di depan pertahanan, tetapi juga pusat distribusi bola yang sangat andal.