Titik Nadir Sepak Bola Tiongkok: Rekor Terburuk Sepanjang Sejarah Resmi Terukir di Asia U-23
- thethao247.vn
Olret – Kekalahan 0-4 melawan Jepang U23 tidak hanya membuat China U23 kehilangan gelar juara, tetapi juga menjadikan mereka tim dengan kekalahan terberat dalam sejarah final Piala Asia AFC U23.
Final Kejuaraan Asia AFC U23 2026 berakhir dengan skenario yang tak terduga bagi China U23. Setelah perjalanan menuju final dengan harapan tinggi, tim tersebut menderita kekalahan telak 0-4 melawan Jepang U23, sehingga mencetak sejarah dengan cara yang sangat menyedihkan karena China U23 menjadi tim dengan kekalahan terberat dalam sejarah final Kejuaraan Asia AFC U23.
Sejak menit-menit awal, tim U23 Jepang menunjukkan organisasi taktik dan kontrol permainan yang superior. Tekanan intensitas tinggi, sirkulasi bola yang lancar, dan fleksibilitas lini tengah membuat tim U23 Tiongkok hampir tidak mungkin menerapkan rencana permainan yang diinginkan.
Gol-gol yang kebobolan merupakan konsekuensi yang tak terhindarkan karena pertahanan Tiongkok terus-menerus dipaksa berada dalam posisi bertahan pasif.
Kebobolan empat gol di final merupakan hal yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak Kejuaraan Asia U23 AFC pertama kali diadakan pada tahun 2013. Sebelumnya, final turnamen ini dikenal dengan pertandingan yang ketat dan sengit dengan selisih gol yang sangat kecil. Sebagian besar pertandingan ditentukan oleh satu gol, bahkan terkadang hingga perpanjangan waktu.
Sejarah babak final menunjukkan keseimbangan yang jelas dalam kompetisi ini. Irak U23 mengalahkan Arab Saudi U23 1-0 pada tahun 2013. Pada tahun 2016, Korea Selatan U23 mengalahkan Jepang U23 3-2 setelah perpanjangan waktu.
Pada tahun 2018, Uzbekistan U23 mengalahkan Vietnam U23 2-1, juga setelah perpanjangan waktu. Turnamen-turnamen selanjutnya mengikuti pola serupa, dengan selisih maksimum hanya mencapai dua gol. Sebelum tahun 2026, belum pernah ada tim yang kalah dengan selisih empat gol di babak final.
Oleh karena itu, kekalahan China 0-4 bukan hanya kekalahan telak, tetapi juga sepenuhnya mematahkan "aturan" yang lazim di final Kejuaraan U23 Asia. Selisih empat gol mencerminkan perbedaan signifikan dalam tingkat keterampilan, semangat kompetitif, dan kemampuan beradaptasi terhadap tekanan di panggung tertinggi turnamen.
Bagi tim U23 Jepang, kemenangan ini adalah bukti posisi terdepan mereka di sepak bola usia muda Asia. Sebaliknya, bagi tim U23 Tiongkok, ini adalah akhir yang pahit bagi turnamen yang dulunya menyimpan begitu banyak harapan.
Menjadi tim dengan kekalahan terberat dalam sejarah final Kejuaraan U23 Asia adalah tonggak sejarah yang menyedihkan, tetapi juga indikasi jelas dari kekurangan yang perlu dipertimbangkan secara serius.
Oleh karena itu, final Kejuaraan U23 Asia 2026 akan dikenang untuk waktu yang lama, bukan hanya karena kemenangan meyakinkan tim U23 Jepang, tetapi juga karena catatan buruk yang harus ditorehkan tim U23 Tiongkok dalam sejarah turnamen ini.