Vietnam Akan Menjadikan Stadion Rajamangala Sebagai Kandang Mereka Pada Tahun 2025
- thethao247.vn
Olret – Pada tahun 2025, keseimbangan kekuatan antara sepak bola Vietnam dan Thailand terus jelas menguntungkan tim Vietnam.
Di tingkat tim nasional, bentrokan yang paling dinantikan antara dua negara sepak bola terkemuka di Asia Tenggara terjadi di final Piala ASEAN 2024, sebuah turnamen yang berlangsung hingga awal tahun 2025.
Setelah dua pertandingan yang menegangkan, tim Vietnam dengan gemilang mengalahkan Thailand dengan skor total 5-3 untuk merebut gelar juara regional.
Kemenangan ini memiliki makna khusus, karena tidak hanya mengakhiri ambisi dominasi "Gajah Perang" tetapi juga menegaskan posisi Vietnam yang semakin kokoh di Asia Tenggara. Selama bertahun-tahun, Thailand merupakan kekuatan dominan di babak final, tetapi tahun 2025 menyaksikan pembalikan yang jelas.
Jika kekalahan di Piala ASEAN merupakan kejutan, final sepak bola putra SEA Games ke-33 pada malam 18 Desember memberikan pukulan yang lebih menyakitkan bagi sepak bola Thailand. Di Stadion Rajamangala, tim U22 Thailand unggul 2-0 atas tim U22 Vietnam di babak pertama dengan dua gol spektakuler dari tendangan bebas dan jarak jauh.
Namun, ketahanan tim U22 Vietnam ditunjukkan pada saat yang tepat. Di babak kedua, tim asuhan Pelatih Kim Sang Sik bermain eksplosif, mencetak dua gol untuk menyamakan kedudukan. Drama mencapai puncaknya di babak tambahan waktu, ketika Thanh Nhan mencetak gol penentu, menyelesaikan comeback luar biasa dengan kemenangan 3-2.
Tim U22 Vietnam secara resmi memenangkan medali emas SEA Games ke-33, sementara tim U22 Thailand harus menyaksikan lawan mereka mengangkat trofi di kandang sendiri.
Kemenangan comeback timnas U22 Vietnam dengan cepat menarik perhatian signifikan dari media regional. Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) memuji semangat juang Vietnam yang gigih, menyebutnya sebagai "comeback bersejarah" di SEA Games.
Kebetulan yang patut dicatat adalah bahwa kedua kekalahan besar Thailand melawan Vietnam pada tahun 2025 terjadi di Stadion Rajamangala. Dari final Piala ASEAN hingga final SEA Games, stadion yang dianggap sebagai "benteng" bagi Thailand ini menjadi tempat momen-momen kemenangan bagi sepak bola Vietnam.
Sepanjang tahun 2025 saja, tim nasional Thailand gagal memenangkan satu pun pertandingan melawan Vietnam dalam laga resmi penting. Kesenjangan yang dulunya dianggap sebagai "ciri khas" sepak bola Thailand, kini telah menyempit, dan Vietnam bahkan secara bertahap mulai unggul dalam konfrontasi langsung.