Man City Kalah Telak dari PSG di Liga Champions: Terlalu Berbahaya Bagi Pep Guardiola

Kemenangan PSG
Sumber :
  • getty image

Jika ada satu masalah dengan PSG, itu adalah efisiensi. Semua kerja keras tim hilang. Hanya tembakan Hakimi pada menit ke-45 yang masuk ke gawang, namun VAR mendeteksi Nuno Mendes hanya beberapa milimeter offside sebelum mengirim bola ke tengah.

Peluit tanda berakhirnya babak pertama menjadi sebuah kelegaan bagi City. Tim asuhan Pep menunjukkan citra yang sangat buruk, versi yang berujung pada 9 kekalahan dalam 12 pertandingan.

Mengapa Klub-Klub Inggris Mendominasi Liga Champions?

3. Guardiola harus mengatur ulang tim setelah jeda.

Pep Guardiola

Photo :
  • getty image

Babak 16 Besar Liga Champions: Akankah Barca, PSG, dan Real Madrid Terjebak Dalam Labirin Maut?

Rico Lewis menggantikan Ruben Dias, Gvardiol berpindah dari sayap kiri ke bek tengah; Grealish menggantikan Savinho.

Yang tak disangka siapa pun, terobosan Akanji mengacaukan pertahanan PSG hingga membuat Grealish bisa membuka skor di menit ke-50.

Arsenal Tumbang, City Bertekuk Lutut: Saatnya Michael Carrick Menghapus Status "Interim" di MU?

Seperti badai salju di Paris. Pasalnya, hanya berselang 3 menit, Grealish lolos dan memberikan umpan silang ke belakang, Neves tanpa sengaja menghalau bola dan menjadi assist untuk diselesaikan Haaland.

Saat PSG seakan terpuruk tanpa jalan keluar, Dembele muncul. Barcola menerobos dari tengah lapangan di sayap kiri, memasuki area penalti dan mengoper dengan mulus untuk diselesaikan mantan pemain Barca itu.

Ketika waktu menunjukkan 1 jam permainan, Barcola-lah yang menyamakan kedudukan 2-2. Sebuah kado untuk pemain berusia 22 tahun itu, ketika tendangan teknis Doue membentur mistar gawang dan terjatuh tepat di tempatnya berdiri.

Luis Enrique kembali tenang. Dia cukup ambisius untuk mengambil risiko dengan dua striker lainnya di lapangan. Dari situ Joao Neves memperbaiki kesalahannya dengan mencetak gol ketiga pada menit ke-78, kemudian Goncalo Ramos memastikan skor 4-2 untuk PSG.

“Mereka lebih baik, lebih cepat, dan memenangkan duel. Kita tidak bisa menghadapinya. Kami harus menerima kekalahan, tim terbaik yang menang,” kata Guardiola setelah malam di mana City mengalami 26 tembakan, dengan hanya separuh operan dibandingkan lawan (615 - 356).

Pep Guardiola pun tak segan-segan ditanya soal risiko tersingkirnya Man City. “Itu bisa saja terjadi. Jika kami tidak mengalahkan Club Brugge, kami tidak pantas lolos ke babak play-off.”

Tahap pertama dalam perjalanan termasuk serangkaian tikungan mematikan adalah kejatuhan Man City yang menyakitkan.