Arsenal Tumbang, City Bertekuk Lutut: Saatnya Michael Carrick Menghapus Status "Interim" di MU?
- vnexpress.net
Olret – Michael Carrick menciptakan sensasi di Inggris dengan membantu Manchester United mengalahkan Manchester City dan Arsenal dalam beberapa minggu pertamanya sebagai manajer interim.
Hal ini segera memicu perdebatan di antara para penggemar tentang apakah Old Trafford harus memberi Carrick kesempatan untuk melatih "Setan Merah" dalam jangka panjang.
Dua Minggu di Puncak Kejayaan
Man United
- https://thethao247.vn
Ketika Michael Carrick pertama kali mengambil alih sebagai manajer interim di Manchester United, para penggemar benar-benar khawatir padanya. Mengambil alih kekacauan di Old Trafford dan langsung menghadapi Manchester City dan Arsenal, dua rival dalam perebutan gelar Liga Premier, jelas merupakan tantangan yang sangat berat.
Namun pada akhirnya, Carrick, meskipun sebagai "pendatang baru," berulang kali mengalahkan "penantang" Pep Guardiola dan Mikel Arteta. Yang penting, Manchester United asuhan Carrick menang dengan meyakinkan, bukan mengandalkan keberuntungan.
Melawan Man City, MU mendominasi dalam hal peluang mencetak gol. Jika keberuntungan tidak berpihak pada Pep Guardiola, "Setan Merah" seharusnya mencetak empat gol atau lebih, bukannya hanya menang 2-0.
Sementara itu, dalam pertandingan melawan Arsenal, MU melakukan comeback yang spektakuler. Tim asuhan Carrick mencetak tiga gol ke gawang tim yang dianggap terkuat di Eropa.
Kehebatan para bintang MU datang dari para pemain bertahan seperti Dorgu hingga bintang penyerang seperti Cunha. Mereka semua mencetak gol-gol spektakuler. Ini menunjukkan bahwa "Setan Merah" berada dalam performa puncak.
Sementara itu, Mbeumo mencetak gol ke-50-nya di Liga Premier. Ia membuktikan dirinya sebagai pemain hebat sejati, mencetak gol melawan Manchester City di pertandingan pekan ke-22.
Mbeumo tidak selalu memanfaatkan momen-momen seperti itu. Performanya belum mencapai puncaknya. Namun, sudah lama sejak Manchester United memiliki pemain yang begitu dapat diandalkan dalam situasi-situasi krusial.
Manchester United dulunya sering mengejutkan di pertandingan besar di bawah pendahulunya, Ruben Amorim. Namun, jarang sekali seluruh tim bermain dengan keyakinan, kebebasan, dan keinginan untuk menang seperti sekarang. Mereka telah sepenuhnya berubah di bawah bimbingan manajer sementara Carrick.