3 Kesalahan Orang Tua dalam Memandang Anak, Nomer 2 Sering Dilakukan!
- https://www.pexels.com/@elly-fairytale
Berusaha mengerti keinginan buah hati sama berharganya saat kita berharap mereka hadir dalam hidup kita. Sebagai orang tua yang baik hendaknya mendukung pilihan sang anak sembari mengarahkan agar mereka tidak salah jalur.
Percayalah, takdir telah ada dalam genggamanNya. Sejauh apapun kita berpikir yang paling baik bagi putra-putri kita hingga berujung pemaksaan kehendak sampai membuat hati anak terluka, takdir Tuhan tetap yang akan menang.
Ridho Tuhan tergantung ridho orang tua. Jangan gunakan kalimat tersebut untuk mengancam anak agar patuh. Tuhan pun tak suka jika orang tua dzolim pada sang anak.
3. Anak Adalah Milik Orang Tua Selamanya
Ilustrasi anak membangkang dan tidak mau mendengarkan orang tua
- https://www.pexels.com/@kindelmedia
Anak adalah titipan. Anugerah terbesar yang tidak semua orang diberikan amanah besar mengemban tugas mendidik, merawat dan membesarkan bayi. Berapa banyak pasangan suami istri harus menelan pil pahit tak kunjung mendapatkan keturunan.
Anak bukan milik kita yang dapat kita perlakukan semaunya atau terlalu kita kekang dengan alasan menyayangi terlalu dalam. Apalagi anak perempuan. Suatu ketika ia akan dipersunting lelaki pujaan hatinya.
Sebagai orang tua kita harus siap jika dia dibawa suaminya. Kala kecil dulu mungkin orang tualah surganya. Namun saat statusnya telah berubah menjadi istri maka suaminya adalah pintu surganya. Perkataan suaminya adalah perintah pertama yang harus ia taati sebelum orang lain termasuk orang tua.
Namun, bukan berarti anak perempuan tak lagi dapat berbakti pada ayah ibunya. Begitu pula anak laki-laki. Bukan milik ibunya selamanya akan tetapi anak lelaki setelah menikah ia tetap harus bertanggung jawab pada ibunya tanpa mengabaikan kepentingan anak istri. Itulah mengapa ikut campur urusan rumah tangga anak sangat tidak dianjurkan kecuali menengahi ketika terjadi masalah cukup pelik.
Demikianlah tiga kesalahan orang tua dalam memandang buah hati yang sebaiknya mulai diperbaiki. Sebagai anak pun harus memahami apabila apa yang diinginkan terkadang tak dapat dipenuhi orang tua karena suatu hal.