Menjaga "Jantung" Ibu Kota: Mengenal Lebih Dekat Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Pusat
- google image
Struktur Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Pusat
Banyak masyarakat yang masih terjebak pada stigma bahwa tugas Dinas Lingkungan Hidup hanyalah urusan truk sampah dan sapu jalanan. Padahal, realitanya jauh lebih kompleks.
Dilansir dari website resminya di https://dlhjakarta-pusat.org/struktur di bawah kepemimpinan Darumasa Herman, SE, S.Kom, MM, DLH Jakarta Pusat mengoperasikan tiga "lini tempur" utama yang bekerja secara saintifik dan taktis:
1. Sang Arsitek Ekosistem (Bidang Tata Lingkungan)
Mereka adalah otak di balik keseimbangan ekologi kota. Di tengah masifnya pembangunan beton, bidang ini bertugas memastikan setiap jengkal tanah tetap memiliki fungsi lingkungan, menjaga daerah resapan, dan merancang tata ruang yang tidak hanya cantik dipandang, tapi juga sehat dihuni.
2. "Detektif" Polusi (Bidang Pengendalian & Kerusakan)
Bidang ini bekerja layaknya detektif. Mereka memantau kualitas air, udara, hingga tanah secara berkala. Jika terjadi pencemaran atau kerusakan lingkungan di titik tertentu, tim inilah yang berada di baris depan untuk melakukan investigasi dan upaya pemulihan agar dampaknya tidak meluas ke warga.
3. Agen Perubahan (Bidang Penaatan & Kapasitas)
Menjaga lingkungan adalah tugas kolektif. Melalui program seperti PROPER, DLH Jakarta Pusat mengetuk pintu-pintu perusahaan dan komunitas warga untuk memastikan mereka taat pada regulasi hijau. Mereka mengedukasi masyarakat bahwa sampah bukan untuk dibuang, melainkan dikelola.
Transparansi di Ujung Jari: Era Digital DLH
Portal dlhjakarta-pusat.org menjadi bukti bahwa pemerintah tidak lagi "menutup diri". Di era digital ini, masyarakat diberikan akses penuh untuk memantau kinerja pemerintahnya:
Akuntabilitas Publik
Laporan kinerja dan keuangan tersedia secara transparan. Warga bisa melihat bagaimana anggaran daerah diubah menjadi layanan nyata.
Partisipasi Aktif
Adanya layanan pengaduan membuat warga menjadi "mata" tambahan. Setiap laporan dari masyarakat menjadi data penting bagi DLH untuk melakukan tindakan cepat.
Edukasi Visual
Galeri kegiatan seperti aksi bersih sungai dan sekolah Adiwiyata berfungsi sebagai inspirasi bagi sekolah dan komunitas lain untuk ikut serta dalam gerakan hijau.