Menjemput Pagi di Puncak Awan: Kisah Perjalanan ke Pasir Ipis dan Curug Naga Biru
Sabtu, 17 Januari 2026 - 08:18 WIB
Sumber :
- idris hasibuan
Rasanya seperti berdiri di atas dunia. Langit yang biru bersih dan gumpalan awan yang seolah bisa disentuh membuat segala peluh dan pegal di kaki terbayar lunas. Kami terdiam sejenak, menikmati keheningan dan kemegahan ciptaan Tuhan yang tersaji di depan mata.
Kembali dengan Rindu
Pendakian selalu mengajarkan hal yang sama: seberapa lelah pun kita, keinginan untuk kembali ke alam tidak pernah benar-benar hilang. Meski kaki gemetar saat turun, di dalam hati kami sudah merencanakan perjalanan berikutnya.
Puncak Pasir Ipis bukan hanya tentang ketinggian, tapi tentang setiap tawa, setiap bantuan tangan di jalur licin, dan keindahan awan yang mengingatkan kita betapa kecilnya manusia di hadapan alam semesta.