Update HyperOS 3 dari Xiaomi Picu Bootloop pada HP Impor — Kenapa dan Cara Mengatasinya
- youtube
Olret – Pembaharuan terbaru HyperOS 3, sistem operasi terbaru Xiaomi berbasis Android 16, dilaporkan menyebabkan beberapa perangkat Xiaomi mengalami kerusakan (bricking) dan terjebak dalam kondisi bootloop atau mode pemulihan setelah update. Masalah ini terutama ditemukan pada unit ponsel impor yang menjalankan ROM Global tidak resmi (converted Global ROM) yang banyak beredar melalui jalur pasar abu-abu atau jalur gelap.
Menurut laporan terbaru, penyebab utama bootloop ini adalah mekanisme baru pada HyperOS 3 yang memperkenalkan pemeriksaan kunci wilayah (region lock). Pada proses ini sistem membandingkan hardware ponsel dengan wilayah perangkat lunaknya. Jika ternyata software berada di wilayah yang tidak sesuai dengan hardware (misalnya hardware versi China dengan ROM Global tidak resmi), sistem akan menolak untuk memuat OS secara normal. Akibatnya, perangkat akan gagal boot dan berhenti di mode recovery atau mengalami siklus bootloop terus-menerus. Xiaomi sendiri menganggap ROM konversi tersebut sebagai instalasi perangkat lunak yang tidak sah, sehingga masalah ini tidak diklasifikasikan sebagai bug yang akan diperbaiki oleh produsen.
Masalah ini paling banyak dilaporkan terjadi pada model seperti Redmi Note 13 Pro dan POCO M6 Pro versi impor yang telah dimodifikasi dengan ROM Global agar bisa digunakan di luar pasar asalnya. Perangkat-perangkat tersebut belum memenuhi standar verifikasi modem dan komponen lainnya ketika sistem melakukan pemeriksaan keamanan baru yang diterapkan di HyperOS 3, sehingga gagal melanjutkan proses booting.
Bagi pengguna yang sudah terlanjur melakukan update dan kini ponsel tidak bisa boot melewati mode pemulihan, ada beberapa langkah yang diketahui dapat membantu memulihkan perangkat agar kembali bisa digunakan. Salah satu metode yang dilaporkan berhasil oleh sejumlah pengguna adalah melakukan restart paksa berulang kali — sekitar 10 sampai 15 kali secara berturut-turut. Urutan reboot terus-menerus ini bisa memicu sistem memasuki mode rollback darurat, yang akan mengembalikan perangkat ke build HyperOS 2.2 (versi resmi sebelumnya yang kompatibel dengan ROM yang digunakan). Jika rollback ini berhasil, ponsel akan bisa boot normal kembali.
Setelah berhasil booting kembali ke HyperOS 2.2, pengguna disarankan untuk menonaktifkan pembaruan otomatis di menu Pengaturan untuk menghindari ponsel mencoba memperbarui kembali ke HyperOS 3 dan menghadapi risiko bootloop lagi.
Penting untuk diingat bahwa solusi ini hanya bersifat workaround dan tidak menjamin keberhasilan pada setiap perangkat. Karena itu Xiaomi sendiri menyarankan agar pengguna selalu memastikan perangkat menjalankan ROM resmi yang sesuai wilayah dan berasal dari saluran distribusi resmi sebelum melakukan pembaruan sistem besar seperti HyperOS 3.