iPhone Fold Diprediksi Jadi Ponsel Lipat Termahal
- youtube
Olret – Prediksi terbaru dari Fubon Research kembali memanaskan diskusi mengenai kehadiran iPhone Fold, perangkat layar lipat pertama Apple yang dirumorkan akan rilis bersamaan dengan iPhone 18 Series pada paruh kedua 2026. Namun sebelum peluncuran resminya, satu hal sudah cukup jelas: iPhone Fold tidak akan murah—bahkan mungkin menjadi ponsel lipat termahal di dunia.
Laporan Fubon Research menyebutkan bahwa banderol iPhone Fold kemungkinan berada di kisaran US$2.399. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan harga Galaxy Z Fold7 yang dijual sekitar US$1.999 dan Google Pixel 10 Pro Fold yang berada di kisaran US$1.799. Harga itu juga dua kali lipat dari iPhone 17 Pro Max yang dibanderol US$1.199. Jika prediksi harga ini benar, Apple tampaknya memosisikan iPhone Fold sebagai perangkat ultra-premium—kelas tersendiri di atas lini flagship saat ini.
Dengan harga setinggi itu, iPhone Fold harus menawarkan sesuatu yang benar-benar berbeda. Para analis meyakini bahwa produk ini hanya akan dianggap berhasil jika memberikan keunggulan yang nyata: desain yang lebih kokoh dari Galaxy Fold, layar yang nyaris tanpa garis lipatan, dan daya tahan baterai yang jauh lebih baik daripada ponsel lipat kompetitor. Jika hanya menyamai kualitas Galaxy Fold atau Pixel Fold, maka harga premium tersebut bisa menjadi boomerang bagi Apple.
Bocoran yang beredar menggambarkan iPhone Fold menggunakan mekanisme lipat tradisional seperti buku, mirip dengan Samsung Galaxy Z Fold. Ketika dibuka, perangkat ini memiliki layar utama berukuran 7,74 inci dengan resolusi 2713 × 1920 piksel dan rasio 4:3 yang luas untuk multitasking atau konsumsi konten. Sementara itu, layar luar atau cover screen-nya berukuran 5,49 inci, cukup ringkas untuk penggunaan sehari-hari.
Dari sisi performa, iPhone Fold digadang-gadang membawa chipset generasi terbaru A20 Pro, dipadukan dengan RAM 12GB dan baterai berkapasitas besar antara 5.400mAh hingga 5.800mAh. Kamera belakangnya mengusung dua sensor utama 48MP, sementara kamera sekunder di luar menawarkan resolusi 24MP. Meskipun belum diketahui detail lengkap kemampuan fotografi, fokus Apple tampaknya lebih pada kestabilan desain lipat dan daya tahan jangka panjang.
Jika waktu peluncurannya benar terjadi pada akhir 2026, kehadiran iPhone Fold diperkirakan akan mengubah peta persaingan pasar ponsel lipat. Selama bertahun-tahun, Samsung mendominasi kategori ini, sementara Google perlahan mengejar. Apple masuk terlambat, tetapi sejarah menunjukkan bahwa perusahaan ini sering meraih kesuksesan meski bukan yang pertama—selama produk yang dirilis memenuhi ekosistem, kualitas, dan pengalaman pengguna yang khas Apple.
Dengan semua prediksi ini, wajar jika ekspektasi terhadap iPhone Fold sangat tinggi. Bagi sebagian pengguna, harga US$2.399 mungkin masih dianggap sepadan jika Apple mampu menghadirkan ponsel lipat yang benar-benar matang, tahan lama, dan berbeda dari kompetitor. Namun jika perangkat ini hanya terlihat seperti Galaxy Fold versi Apple, banyak pihak menilai itu justru akan menjadi kegagalan besar.