Samsung Diprediksi Gunakan Exynos 2600 di Galaxy S26, Strategi Tekan Biaya?

Galaxy S26 Pro
Sumber :
  • Onleaks

Olret – Samsung kembali menjadi sorotan setelah laporan terbaru dari Biz Chosun (17 November) menyebutkan bahwa perusahaan tengah mempertimbangkan penggunaan chip internal Exynos 2600 pada sebagian model Galaxy S26 Series. Langkah ini diyakini sebagai strategi untuk menekan biaya produksi di tengah meningkatnya harga chip kelas flagship milik Qualcomm.

Samsung Galaxy Tab S12 dan Watch Ultra 2 Mulai Terendus: Sertifikasi Global Jadi Sinyal Peluncuran Akhir 2026

Lonjakan Biaya Chip Qualcomm Jadi Pemicu

Menurut laporan tersebut, kenaikan biaya chip andalan Qualcomm dalam satu tahun terakhir cukup signifikan.

Oppo Find X10 Dirumorkan Bawa Kamera Ganda 200MP dan Chipset 2nm, Siap Jadi Lompatan Besar Seri Find

Snapdragon 8 Ultra: diperkirakan dibanderol $240–$280 per unit

Snapdragon 8 Gen 3: berada di kisaran $170–$200 per unit

BMAX I10 S Pro Resmi Dijual: Tablet Android Tangguh dengan Baterai 10.000mAh

Peningkatan harga hingga lebih dari 25% ini membuat total biaya procurement chip Samsung ikut melonjak. Kondisi tersebut mendorong perusahaan untuk melirik opsi internal sebagai solusi jangka panjang.

Exynos 2600: Lebih Ekonomis, Potensi Hemat Puluhan Juta Dolar

Chip Exynos 2600, yang dikembangkan divisi System LSI Samsung, dikabarkan lebih murah $20–$30 per unit dibandingkan Snapdragon. Jika diaplikasikan pada skala produksi Galaxy S26 selama satu siklus penuh, Samsung diproyeksikan dapat menghemat puluhan juta dolar AS.

Dengan tingginya volume produksi lini Galaxy S, penghematan biaya ini dianggap sangat strategis untuk menjaga margin keuntungan, terutama menghadapi persaingan ketat di pasar premium.

Namun, Dual-Chip Strategy Picu Perdebatan Lama

Meski menawarkan keuntungan finansial, keputusan mengembalikan strategi dual-chip juga memunculkan kekhawatiran lama di kalangan pengguna dan pengamat teknologi.

Historisnya, versi Exynos pada seri Galaxy S sering mendapat kritik karena:

  • Performa sedikit tertinggal dari Snapdragon
  • Efisiensi termal kurang optimal
  • Manajemen daya dan jaringan tidak sebaik varian Qualcomm

Perbedaan ini muncul karena perbedaan fundamental dalam desain:

Qualcomm menggunakan inti CPU yang sangat customized, meningkatkan performa dan efisiensi.

Samsung lebih mengandalkan desain referensi Arm, dengan modifikasi terbatas sehingga performanya sering tidak setara.

Samsung Perlu Bukti Nyata di Generasi Baru

Ekspektasi terhadap Exynos 2600 cukup tinggi. Jika Samsung mampu menghadirkan performa optimal yang dapat menandingi Snapdragon 8 Ultra, langkah ini berpotensi menjadi terobosan besar sekaligus mengurangi ketergantungan pada pemasok eksternal.

Namun hingga Samsung meresmikan detail teknisnya, seluruh informasi ini masih bersifat prediktif dan perlu menunggu konfirmasi resmi.