Jimat Keberuntungan Hilang di Wembley, Arteta Kembali Harus Puas Jadi yang Kedua

Mikel Arteta
Sumber :
  • getty image

Olret – Stadion Wembley pernah menjadi simbol kemenangan bagi Mikel Arteta. Namun pada pagi hari tanggal 23 Maret, tempat yang telah melambungkan kariernya itu menjadi titik balik bagi ambisi Arsenal.

MU Berhasil Gaet Charlie Cresswell, Strategi Transfer Cerdas Manchester United di Bursa Musim Ini

Menjelang final Piala Carabao, Arsenal membawa kepercayaan diri yang luar biasa. Performa konsisten mereka, gaya bermain yang meyakinkan, dan sejarah yang mendukung mereka menimbulkan harapan bahwa The Gunners akan mengakhiri paceklik trofi mereka yang panjang.

Sebelum pertandingan, para penggemar Arsenal bahkan lebih percaya diri karena mengetahui bahwa Mikel Arteta belum pernah kalah di Wembley dalam tujuh penampilan sebelumnya, baik sebagai pemain maupun sebagai manajer Arsenal.

Harry Maguire Didakwa oleh Asosiasi Sepak Bola Inggris

Selama masa baktinya sebagai pemain, Arteta memenangkan Piala FA dua kali bersama Arsenal (2013/14 dan 2014/15) dan Community Shield FA dua kali (2014, 2015). Setelah kembali ke Emirates sebagai manajer, ia memenangkan Piala FA sekali lagi (2019/20) dan Community Shield FA dua kali lagi (2020 dan 2023).

Arteta Memuji Merino

Photo :
  • thethao247.vn

Rumor Transfer: Strategi MU Angkut Penyerang Barcelona Penjamin 87 Gol

Namun, kali kedelapan berbeda. Melawan Manchester City yang berpengalaman dan tenang, Arsenal tidak mampu mempertahankan ketenangan mereka di saat-saat krusial. Dua gol O'Reilly memastikan kemenangan 2-0 di final, mengamankan gelar Piala Liga kesembilan Man City dan mengakhiri rentetan kemenangan Arteta di Wembley.

Ini bukan sekadar kekalahan. Ini adalah pukulan telak bagi kepercayaan diri yang telah susah payah dibangun Arsenal selama bertahun-tahun. Selama bertahun-tahun, klub London Utara ini sering dicap kurang berkarakter di tahap-tahap krusial.

Di bawah Arteta, mereka telah meningkat secara signifikan, secara konsisten bersaing di puncak dan hampir meraih gelar, tetapi masih tersandung di tahap akhir.

Musim ini, Arsenal telah menunjukkan kemajuan yang jelas, dan para penggemar berharap The Gunners dapat mematahkan kutukan tersebut. Namun, kekalahan ini secara tidak sengaja membangkitkan kembali keraguan lama.

Kekalahan dari Man City juga menandai keempat kalinya Arteta finis di posisi kedua bersama Arsenal sebagai manajer sejak musim 2022/23. Angka yang signifikan untuk menimbulkan pertanyaan: apakah Arsenal benar-benar siap untuk melewati ambang batas terakhir?

Pelatih Arteta punya rencana yang sangat matang dengan Nwaneri

Photo :
  • twitter (x)

Namun, musim Arsenal belum berakhir. Mereka masih memiliki kesempatan untuk berkompetisi di Liga Primer, Piala FA, dan Liga Champions. Secara teori, kekalahan di Wembley hanyalah sebuah kemunduran. Tetapi pada kenyataannya, bagaimana mereka bereaksi setelah kemunduran ini yang akan menentukan hasilnya.

Halaman Selanjutnya
img_title