Senegal Kalah Diskualifikasi, Maroko Juara Baru Piala Afrika
- thethao247.vn
Olret – Keputusan mengejutkan dari CAF mengakibatkan Senegal dinyatakan kalah 0-3 di final AFCON setelah aksi protes meninggalkan lapangan, dan memberikan kemenangan kontroversial kepada Maroko.
Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) telah mengeluarkan keputusan yang sangat kontroversial, secara resmi menyatakan Senegal kalah 0-3 di final AFCON setelah tim tersebut meninggalkan lapangan sebagai protes terhadap keputusan penalti di detik-detik terakhir.
Insiden tersebut bermula dari pertandingan final di Rabat pada 18 Januari, ketika wasit asal Kongo, Jean Jacques Ndala, memberikan penalti kepada Maroko di menit-menit akhir pertandingan setelah berkonsultasi dengan VAR. Pelanggaran tersebut dipastikan dilakukan oleh El Hadji Malick Diouf terhadap Brahim Diaz dari Maroko.
Sebelumnya, Senegal telah menyatakan kemarahan ketika gol Ismaila Sarr di menit-menit akhir dianulir karena benturan ringan. Saat Brahim Diaz bersiap untuk mengambil penalti, pelatih Pape Thiaw tiba-tiba memerintahkan seluruh tim untuk meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes, meskipun Sadio Mane berusaha menghentikannya.
Meskipun pertandingan dilanjutkan dan Pape Gueye mencetak gol kemenangan di babak perpanjangan waktu, Maroko berpendapat bahwa pertandingan seharusnya diakhiri segera ketika Senegal menolak untuk bermain.
Setelah ditinjau, Komite Banding CAF memihak Maroko. Komite menyatakan Senegal bersalah atas kekalahan 0-3 karena pelanggaran aturan permainan, membatalkan keputusan Komite Disiplin sebelumnya.
Keputusan ini pasti akan menimbulkan kemarahan di Senegal, di mana para penggemar telah merayakan kemenangan kejuaraan mereka dengan penuh emosi. Presiden FIFA Gianni Infantino juga mengkritik perilaku "tidak dapat diterima" dari tim Afrika Barat tersebut.
Pelatih Pape Thiaw diskors selama lima pertandingan dan didenda $100.000 karena perilaku tidak sportif. Selain itu, beberapa pemain, termasuk Ismaila Sarr, Iliman Ndiaye, dan Achraf Hakimi, juga menerima hukuman, meskipun hukuman ini hanya berlaku untuk pertandingan kualifikasi AFCON mendatang.
Dari pihak Maroko, Federasi Sepak Bola menegaskan bahwa mereka hanya meminta penerapan peraturan dan menegaskan kembali komitmen mereka untuk menghormati aturan dan transparansi dalam kompetisi kontinental.
Bagaimana menurut kamu?