Pemain Kunci Manchester United Dijatuhi Hukuman Penjara
- Manchester Evening News
Secara spesifik, laporan FA menyatakan bahwa pada menit ke-62 pertandingan, Fletcher terlibat adu mulut dengan seorang pemain Barnsley setelah tim tuan rumah mencetak gol. Identitas pemain Barnsley tersebut dirahasiakan.
Wasit Will Davis, yang berdiri sekitar satu meter dari Fletcher, mengatakan bahwa ia mendengar pemain muda Manchester United itu meneriakkan "kau anak gay" kepada lawannya.
Fletcher tidak membantah telah mengatakannya, tetapi menjelaskan bahwa di babak kedua ia mengalami dua pelanggaran tanpa bola, termasuk didorong jatuh dalam permainan yang mengarah ke gol dan kemudian langsung diinjak tendon Achilles-nya saat bola tidak dalam permainan.
Dalam laporan tertulisnya, Fletcher mengatakan ia melaporkan insiden tersebut kepada wasit dan mencoba untuk tetap tenang. Namun, setelah Barnsley kebobolan gol ketiga mereka, lawan yang disebutkan di atas membuat komentar yang menargetkan ayahnya, Darren, dan saudara kembarnya, Tyler.
Sebagai tanggapan atas ejekan tersebut, Fletcher mengakui mengatakan, "Sepertinya kau tahu banyak tentangku, apakah kau gay?"
Fletcher tidak membantah telah menyatakan, tetapi menjelaskan bahwa di babak kedua ia mengalami dua pelanggaran tanpa bola, termasuk didorong jatuh dalam permainan yang mengarah ke gol dan kemudian langsung diinjak tendon Achilles-nya saat bola tidak dalam permainan.
Dalam laporan tertulisnya, Fletcher mengatakan ia melaporkan kejadian tersebut kepada wasit dan berusaha untuk tetap tenang. Namun, setelah Barnsley kebobolan gol ketiga mereka, lawan yang disebutkan di atas membuat komentar yang menargetkan ayahnya, Darren, dan saudara kembarnya, Tyler.
Sebagai tanggapan atas pernyataan tersebut, Fletcher mengakui mengatakan, "Sepertinya kamu tahu banyak tentangku, apakah kamu gay?"
Fletcher menyatakan penyesalannya atas bahasa diskriminatif yang digunakannya dan menyatakan dalam sebuah wawancara bahwa kata-kata tersebut diucapkan "dalam kemarahan dan frustrasi" karena peristiwa yang terjadi selama pertandingan. Pemain berusia 18 tahun itu juga menegaskan bahwa ia tidak menyimpan pikiran diskriminatif, tidak secara teratur menggunakan bahasa seperti itu, dan tidak bermaksud agar pernyataan tersebut menjadi penghinaan yang disengaja.
Selain skorsing enam pertandingan dan denda £1.500, FA juga mewajibkan Fletcher untuk mengikuti program pendidikan tatap muka wajib. Program ini harus diselesaikan paling lambat 2 Juni 2026, jika tidak, ia dapat menghadapi skorsing tanpa batas waktu hingga selesai.