Dengan Adanya Kandidat Lain yang Menolak untuk Melatih MU, Akankah Carrick Mengambil Alih?

Michael Carrick
Sumber :
  • thethao247.vn

Olret – Di tengah perdebatan yang sedang berlangsung mengenai posisi manajer di Manchester United, salah satu kandidat baru-baru ini angkat bicara untuk menolak pekerjaan yang penuh tekanan tersebut.

Di Balik Gol Bola Mati Arsenal: Ada Satu Orang yang Selalu Menang Banyak

Mantan manajer timnas Inggris itu menyatakan bahwa ia tidak berniat memimpin klub Old Trafford, bahkan mengakui bahwa saat ini ia "tidak memiliki gairah" untuk bekerja di Liga Premier.

Setelah pensiun dari tim nasional Inggris pada Juli 2024, tak lama setelah kekalahan mereka di final EURO, Southgate belum menerima tawaran untuk melatih tim mana pun.

The Chosen One: Manchester United Akhiri Teka-Teki Manajer

Di usia 55 tahun, ia telah mengalihkan fokusnya ke usaha bisnis dan sedang bersiap untuk berpartisipasi dalam sebuah program televisi. Dalam sebuah wawancara di podcast The Football Boardroom, sang ahli strategi menegaskan kembali pendiriannya.

“Saya tidak hanya bersemangat untuk kembali melatih tim Liga Premier. Saya pernah melakukannya saat berusia 35 tahun dan finis di posisi ke-11 atau ke-12 pada akhir musim. Saya pernah merasakan salah satu pekerjaan terbesar di dunia sepak bola. Malam-malam besar, bekerja dengan pemain-pemain hebat, tanpa campur tangan atasan,” ujar Southgate.

Lamine Yamal: Saya Tidak Bahagia Bermain Sepak Bola

Man United

Photo :
  • https://thethao247.vn

Pernyataan ini hampir sepenuhnya memadamkan kemungkinan dia menggantikan Ruben Amorim, yang baru-baru ini dipecat oleh Manchester United. Saat ini, Michael Carrick telah diberi peran sementara hingga akhir musim.

Yang perlu diperhatikan, manajemen Setan Merah telah menunjuk Steve Holland, tangan kanan kepercayaan Southgate di tim nasional Inggris, sebagai asisten Carrick. Namun, bahkan itu pun tidak cukup untuk membawa Southgate kembali ke Old Trafford.

Selain pertimbangan profesional, Southgate juga mengakui bahwa ia bisa menjadi pilihan yang "rumit" bagi pemilik klub besar. Meskipun memimpin Inggris ke final EURO dan semifinal Piala Dunia, ia telah dikritik karena tidak memenangkan trofi apa pun.

"Orang-orang mengatakan saya tidak menang. Untuk membuktikan itu, Anda harus pergi ke klub besar. Saya percaya saya bisa melakukan lebih baik daripada beberapa orang yang telah melakukannya di sana. Tetapi saya memahami kontroversi yang akan muncul jika saya diangkat," tambahnya.

Penolakan Southgate terhadap Manchester United menunjukkan bahwa ia belum siap untuk kembali ke sepak bola level atas. Ia bahkan menyatakan bahwa ia tidak ingin melatih tim nasional lain.

Baginya, final EURO bukanlah kenangan yang menghantui, melainkan hanya bagian dari perjalanannya. Untuk saat ini, Southgate ingin menikmati fase baru dalam hidupnya daripada terjun ke dalam realitas keras Liga Premier.

Langkah ini memaksa Manchester United untuk terus mencari solusi jangka panjang bagi staf pelatih, di tengah perubahan signifikan baik di dalam maupun di luar lapangan.