Dituduh Diskriminasi, Bintang Benfica Tak Gentar Teror Real Madrid
- thethao247.vn
Olret – Leg pertama babak play-off Liga Champions antara Real Madrid dan Benfica mendorong hubungan antara dua tim papan atas Semenanjung Iberia ke tingkat ketegangan yang ekstrem.
Real Madrid menang 1-0, tetapi hasil di lapangan hanyalah sebagian dari cerita. Peristiwa yang paling menonjol terjadi ketika wasit terpaksa menghentikan sementara pertandingan karena reaksi marah Vinicius Junior terhadap apa yang dianggapnya sebagai komentar rasis dari pemain muda Benfica, Prestianni.
Kecaman media dan publik pun meletus.
Benfica masuk babak 16 besar Liga Champions
- UEFA.com
Segera setelah insiden tersebut, media Eropa langsung bertindak, menjadikan masalah ini sebagai titik fokus kontroversi. Para bintang Real Madrid secara bulat membela Vinicius Junior, menuntut agar UEFA mengambil tindakan tegas terhadap Prestianni.
Tekanan dari opini publik dan pihak-pihak terkait membuat UEFA tidak mungkin mengabaikan situasi tersebut, memaksa mereka untuk membuka penyelidikan resmi atas perilaku pemain Argentina itu.
Prestianni tetap teguh
Benfica dan Real Madrid
- Reuters
Dihadapi gelombang kritik, Prestianni dengan tegas membantah tuduhan tersebut. Ia mempertahankan ketidakbersalahannya, mengklaim bahwa Vinicius salah paham karena kendala bahasa dan tekanan di lapangan.
Meskipun mengetahui bahwa ia akan menghadapi suasana yang tidak bersahabat di Bernabeu, Prestianni tetap tenang, bertekad untuk fokus pada tugas profesionalnya untuk membantu Benfica membalikkan keadaan.
Leg Kedua: Pertarungan Demi Kehormatan
Kehadiran Prestianni di Bernabeu menjanjikan leg kedua akan lebih intens dari sebelumnya. Ini bukan hanya pertarungan untuk lolos kualifikasi; ini adalah bentrokan kehormatan pribadi dan tim. Semua orang menunggu untuk melihat apakah Prestianni dapat mengatasi tekanan dan membantu Benfica meraih kemenangan mengejutkan melawan Real Madrid.
Sepuluh tahun setelah gol pertama Mbappe: Perjalanan hebat sang Raja muda.
Benfica 4-0 Atletico Madrid
- UEFA.com
Kylian Mbappe memasuki dunia sepak bola profesional dengan kepercayaan diri yang luar biasa pada usia 17 tahun. Dalam pertandingan antara Monaco dan Troyes di Ligue 1, Mbappe mencetak gol pertamanya di waktu tambahan, pada usia 17 tahun 62 hari.
Gol itu tampak biasa saja setelah pertandingan sudah dipastikan dimenangkan Monaco, tetapi kenyataannya, gol itu membuka babak baru bagi sepak bola Eropa.