7 Bintang Naturalisasi Malaysia di Ambang Pencabutan Paspor

Timnas Malaysia
Sumber :
  • thethao247.vn

Olret – Tujuh pemain naturalisasi Malaysia menghadapi risiko kehilangan kewarganegaraan mereka karena putusan akhir dari Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) diperkirakan akan keluar akhir bulan ini.

Pengadilan Menyampaikan Putusan Akhir: Liverpool Menderita Kekalahan Pahit dari Chelsea dalam Gugatan Sensasional

"Akankah Malaysia mengambil tindakan drastis seperti Timor Leste, mencabut paspor para pemain, jika banding mereka di CAS gagal?" tanya pengacara komersial dan olahraga Nik Erman Nik Roseli di media sosial.

"Skenario itu sangat mungkin terjadi, karena preseden Timor Leste menunjukkan bahwa pihak berwenang bersedia mengambil tindakan ekstrem ketika mereka menemukan ketidakberaturan terkait dokumen dan kewarganegaraan."

Liga Pro Saudi Memberi Peringatan kepada Ronaldo

Timor Leste sebelumnya mencabut paspor sembilan pemain setelah tim nasional mereka dilarang mengikuti Piala Asia 2023 karena menggunakan dokumen palsu, termasuk akta kelahiran.

Pengacara Nik Erman berpendapat bahwa kasus Malaysia memiliki banyak kesamaan, karena Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) telah mengakui kesalahan dalam proses pengajuan, detail yang membuat kemungkinan untuk membatalkan keputusan di CAS sangat kecil.

Tangan Dingin Pelatih Portugal Bawa Nam Dinh Kuasai Asia Tenggara

Dari perspektif hukum, Nik Erman berpendapat bahwa kontroversi saat ini bukan lagi sekadar masalah olahraga. "Masalah ini menyentuh prinsip supremasi hukum dan integritas kewarganegaraan," tambahnya.

"Jika para pemain tidak memenuhi persyaratan garis keturunan atau kriteria yang diatur dalam Konstitusi Federal Malaysia, pemberian kewarganegaraan sejak awal sangat dipertanyakan."

Nik Erman menjabat sebagai anggota dewan FAM dari September 2023 hingga Agustus 2025. Ia telah berulang kali menganalisis prospek FAM dalam gugatan terhadap FIFA.

Pengacara tersebut sebelumnya menyatakan bahwa FAM berada dalam posisi yang kurang menguntungkan dalam pertarungannya dengan FIFA dan memiliki sedikit peluang untuk memenangkan kasus tersebut di Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).

Ia juga mempertanyakan kewenangan eksekutif dalam kasus ini. Sekalipun seorang menteri menggunakan kewenangan khusus untuk menyetujui kewarganegaraan, apakah keputusan itu tepat dan benar masih perlu dipertimbangkan. Menurut Nik Erman, ada potensi unsur kriminal yang terlibat dalam pemalsuan dokumen.

Sebelumnya, FIFA menyimpulkan bahwa FAM dan tujuh pemain yang diduga berasal dari Malaysia melanggar Pasal 22 Kode Disiplin FIFA, sebuah klausul yang berkaitan langsung dengan pemalsuan dokumen. Investigasi mengungkapkan bahwa FAM dituduh menyerahkan dokumen yang diduga palsu untuk membuktikan kelayakan pemain naturalisasi.

Akibatnya, FIFA menjatuhkan denda besar sebesar 350.000 franc Swiss (lebih dari 11 miliar VND) kepada FAM. Setiap pemain yang terlibat didenda 2.000 franc Swiss (lebih dari 60 juta VND) dan dilarang berpartisipasi dalam semua aktivitas sepak bola selama 12 bulan.

Tujuh pemain, termasuk Gabriel Palmero, Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Manchuca, Joao Figueiredo, Jon Irazabal, dan Hector Hevel, diizinkan kembali bermain oleh CAS hingga putusan pengadilan.

Perwakilan dari FAM dan FIFA akan hadir di pengadilan di Swiss pada tanggal 26 Februari. Putusan diharapkan akan segera menyusul.