Mengapa Gaya Main Arsenal Bisa Menjadi Pedang Bermata Dua Bagi Viktor Gyokeres?

Viktor Gyokeres
Sumber :
  • thethao247.vn

Olret – Di Sporting Lisbon, Gyokeres sangat cocok dengan sistem serangan balik cepat, di mana ia memiliki ruang untuk berakselerasi dan menembak.

Gerrard Sebut Nama Pengganti Ideal Mohamed Salah di Liverpool

Sebaliknya, Arsenal asuhan Arteta mengontrol penguasaan bola, bermain lambat, dan sering menghadapi pertahanan yang rapat. Hal ini membuat Gyokeres memiliki sedikit ruang untuk bermanuver, memaksanya untuk beroperasi di ruang sempit, berhadapan dengan para bek yang kuat secara fisik dan cepat.

Kebiasaan Bergerak dan Perbedaan Lingkungan

Gol Dada Ikonik Lewandowski Segel Gelar Juara Barcelona Atas Atletico Madrid

Salah satu kelemahan utama Gyokeres adalah kebiasaannya menunggu bola alih-alih secara proaktif bergerak ke ruang kosong sejak awal. Gary Lineker pernah berkomentar:

“Di level ini, Anda harus mengambil risiko, Anda harus bergerak sedikit sebelum umpan silang diberikan untuk mendapatkan keuntungan.” Gyokeres belum mampu melakukan itu sering kali, sehingga ia mudah diantisipasi oleh para bek Premier League.

Resmi! Manchester United Gaet Pemain Berjuluk 'Black Tornado' Inggris ke Old Trafford

Statistik tidak mencerminkan efektivitas.

Meskipun Arsenal memimpin Liga Premier dalam umpan terobosan, efektivitasnya tidak seperti yang diharapkan.

Bek Inggris jauh lebih baik dalam menutup ruang dan melakukan pressing daripada di Liga Portugal, yang berarti Gyokeres, bahkan ketika berada di posisi yang bagus, tidak dapat menyelesaikan peluang seefektif yang ia lakukan di Sporting. Tekanan dari lawan sering memaksanya untuk mengoper bola kembali atau menembak dengan tidak akurat.

Apa solusi untuk masalah penyerang tengah?

Viktor Gyokeres

Photo :
  • AFP

Untuk memaksimalkan potensi Gyokeres, Arsenal perlu menyesuaikan taktik mereka, mungkin dengan memasangkannya dengan striker lain seperti Kai Havertz untuk membebaskannya dari peran menahan bola. Jika tidak, Gyokeres akan terus kesulitan mencetak gol, dan Arsenal akan kesulitan mengatasi masalah penyerang tengah yang telah menghantui mereka selama beberapa musim.