Kontroversi Sengit atas Pertandingan Arsenal vs Tottenham
- https://thethao247.vn
Olret – Hat-trick brilian Eze membawa Arsenal menang, tetapi gol pertamanya langsung memicu kontroversi, dengan para penggemar yang marah mempertanyakan mengapa VAR tidak membatalkan keputusan kontroversial tersebut.
Eberechi Eze melanjutkan kecemerlangannya dengan hat-trick dalam kemenangan 4-1 Arsenal, menjadi pemain pertama yang mencetak hat-trick dalam derby London Utara sejak Alan Sunderland pada tahun 1978.
Namun, gol pertamanya memicu badai kemarahan dari para penggemar setelah keputusan offside yang kontroversial.
Para penggemar sepak bola di seluruh dunia dibuat geram setelah gol kedua Arsenal—gol pertama dari hat-trick Eze—dianugerahkan hanya lima menit setelah Leandro Trossard membuka skor.
Eze menerobos masuk ke area penalti dan melepaskan tembakan keras yang tak mampu ditepis Guglielmo Vicario, meskipun ia sempat menyentuhnya. Masalah muncul karena dua pemain Arsenal—Martin Zubimendi dan Leandro Trossard—berada dalam posisi offside tepat di depan Vicario.
Banyak penonton yakin bahwa kedua pemain tersebut menghalangi pandangan kiper, sehingga gol tersebut dianulir. Seseorang menulis dengan nada kesal:
"Saya sungguh tidak percaya apa yang saya lihat di Liga Primer saat ini. Mengapa gol Eze tidak diperiksa VAR?".
Yang lain bertanya dengan tajam: "Itu keputusan yang absurd. Bagaimana bisa Anda meninjau VAR dan tetap mengesahkan gol itu?".
Yang ketiga menambahkan: "Dua pemain Arsenal berada dalam posisi offside, tanpa komentar atau analisis dari VAR."
Akun lain juga mengungkapkan dengan nada kesal: "Saya sebenarnya menunggu VAR untuk memeriksa gol tersebut. Menurut saya, itu adalah situasi yang menghalangi kiper."
Para pakar televisi juga terkejut. Di studio Sky Sports, mantan striker Tottenham Les Ferdinand mengatakan ia tidak mengerti mengapa gol tersebut dianulir: "Saya tidak yakin mengapa mereka berpikir itu tidak memengaruhi penglihatan penjaga gawang."
Insiden ini bahkan lebih kontroversial dibandingkan dengan keputusan-keputusan sebelumnya. Gol penyeimbang Virgil van Dijk melawan Manchester City dianulir karena Andy Robertson terlihat berdiri di depan kiper, meskipun tidak menyentuh bola. Liverpool juga mengalami keputusan serupa saat melawan Nottingham Forest pekan lalu.
Namun, akun Premier League Match Centre telah merilis pernyataan resmi untuk mengakhiri perselisihan tersebut. Mereka menjelaskan: "Keputusan wasit untuk mengesahkan gol tersebut telah diperiksa dan dikonfirmasi oleh VAR, yang menyimpulkan bahwa tidak ada pemain Arsenal yang berada di garis pandang penjaga gawang dan tidak ada pergerakan ke arah lawan saat berada dalam posisi offside."
Setelah gol kontroversial tersebut, Eze mencetak dua gol lagi – sebuah tembakan rendah di awal babak kedua dan penyelesaian akhir yang menentukan untuk melengkapi hat-tricknya. Tottenham mendapatkan gol hiburan berkat tendangan jarak jauh Richarlison yang luar biasa, tetapi tidak mampu menyelamatkan pertandingan.
Pada akhirnya, jawaban atas pertanyaan "Mengapa gol pertama Eberechi Eze disahkan?" terletak pada putusan VAR: meskipun berada dalam posisi offside, tidak ada pemain Arsenal yang dianggap menghalangi pandangan atau terlibat dalam insiden tersebut, sehingga gol tersebut sepenuhnya sah menurut aturan yang berlaku saat ini.