8 Fakta yang Bikin Ruben Amorim Keringat Dingin di MU, Prestasi yang Buruk Hingga Taktik dan Personel
Meski mendapat kepercayaan sejak menjabat, situasi saat ini menunjukkan ketidakpuasan yang semakin meningkat, terutama dengan pemain yang tidak memenuhi ekspektasi seperti Rashford.
Selain itu, ketidakpuasan penggemar sebagian besar ditujukan kepada Sir Jim Ratcliffe dan tindakan pemotongan biayanya, yang menyebabkan 250 karyawan dipecat, bersamaan dengan ketidakpuasan ketika MU memutuskan untuk menaikkan harga tiket.
Hal ini membuat suasana di Old Trafford semakin mencekam. Amorim pun mengaku merasa khawatir sejak menit pertama kekalahan dari Bournemouth, jelas mencerminkan tekanan yang dihadapi tim.
4. Taktik dan personel
Amorim adalah sosok yang selalu berpegang pada rencana, ia tetap menerapkan formasi 3-4-3 untuk Manchester United, alih-alih menyesuaikan taktik dengan skuad yang ada.
Meskipun gagasan ini tidak salah, para bek yang ia uji dalam sistem tiga bek tengah seringkali tidak menunjukkan stabilitas atau bermain dengan nyaman.
Sistem tiga bek Amorim mengandalkan bek sayap, namun Manchester United saat ini tidak memiliki pemain yang memenuhi persyaratan tersebut. Meski ada momen di mana para pemainnya tampil cukup bagus, dan Diogo Dalot tampil maksimal di kedua sayap, namun minimnya pemain yang kuat dalam posisi bertahan di kedua sayap menjadi kelemahan terbesar.
Sampai Amorim menambah atau melatih pemain yang tepat, ini bisa menjadi poin kunci yang menghalangi operasi taktisnya.
5. Mainkan bola tetap
Man Utd
- getty image
Di bawah Ten Hag, kemampuan Manchester United dalam mempertahankan bola mati buruk, di bawah Amorim masalah ini bahkan lebih buruk. Meski waktunya di lapangan latihan semakin terbatas sejak mengambil alih, Amorim tetap mengaku tanggung jawab sepenuhnya berada di tangannya.
Ia menegaskan, situasi bola mati, baik ofensif maupun defensif, adalah tolak ukur tim yang sudah terlatih, sesuatu yang belum ditunjukkan dengan baik oleh Man United.
Setelah kekalahan melawan Bournemouth, Amorim membela pelatih yang bertanggung jawab atas situasi bola mati, Carlos Fernandes, dengan mengatakan: "Tanggung jawab ada di tangan saya, bukan Carlos.
Kami tidak kalah karena situasi bola mati, tetapi karena kami banyak menciptakan peluang." "Peluang tapi tidak bisa memanfaatkannya. Ini masa sulit, tapi sayalah yang bertanggung jawab, bukan Carlos."