Solo Backpaker di Medan : Wisata Religi, Kuliner Sampai Sejarah

Masjid Raya Medan
Sumber :
  • Viva/Idris Hasibuan

Museum Tjong A Fie Medan

Photo :
  • Viva/Idris Hasibuan

6 Permasalahan yang Sering Dihadapi Pasangan Baru Menikah

Setelah puas dengan Istana Maimun, tak ada salahnya kamu melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki kurang lebih 20 menit menuju Tjong A Fie Mension, karena memang saya sengaja backpacker di Medan saya lebih banyak menggunakan jalan kaki daripada menggunakan kendaraan.

Tjong A Fie Mansion menjadi destinasi wisata wajib bagi kamu pecinta budaya tiogkok. Tempat wisata di Medan ini merupakan sebuah museum yang dulunya adalah bangunan rumah milik saudagar Tionghoa terkemuka bernama Tjong A Fie. Pada tahun 2009, rumah ini secara resmi dijadikan sebagai museum dan pengelolaannya dilakukan oleh keturunan Tjong A Fie.

Diserang Kritik Tajam Usai Dibungkam Arsenal, Manajer Chelsea Akhirnya Angkat Bicara!

4. Perut Mulai Lapar dan Keroncongan, Saatnya Melipir ke Merdeka Walk Medan, Pusat Kuliner Anak Muda Medan Kawan!

Salah satu kafe di merdeka walk medan

Photo :
  • Viva/Idris Hasibuan

Arteta Memberikan Pernyataan Tegas Saat Arsenal Mencapai Final

Karena keadaan perut yang semakin lapar, tak jauh dari museum Tjong A Fie. Saya berjalan menuju merdeka walk medan yang merupakan tempat kuliner di Medan dan tempat nongkrong anak-anak medan. Jadi di sana kamu hanya melihat kebanyakan muda-mudi yang sedang asyik santap siang.

Berbagai resto dan kafe yang menyajikan masakan tradisional maupun western dan berbagai negara lain dengan mudah kamu bisa makan di sini. Kamu tinggal pilih resto yang sesuai dengan seleramu.

5. Graha Maria Annai Velangkanni, Gambaran Nyata Akulturasi Budaya Indonesia dan Mogul.

Graha Maria

Photo :
  • Viva/Idris Hasibuan

Ingin menyaksikan langsung bentuk nyata dari toleransi dan akulturasi budaya di kota Medan, silah kan kunjungi gereja Graha Maria Annai Velangkanni. Kamu akan melihat bangunan dengan sentuhan Hindu yang digunakan beribadah oleh umat Katholik. Nuansanya, adem banget!

Meski menjadi tempat ibadah, gereja ini terbuka untuk siapa pun. Bahkan, karena keunikan bentuk arsitektural dan nilai budaya yang diusung, pihak pengelola tidak berkeberatan menyebut gereja ini sebagai salah satu tujuan wisata di Medan. Tapi ingat, berwisata di sini, tetap saling menghormati dan menjaga toleransi, ya!

Nah, itulah pengalaman saya ketika mengunjungi medan. Jadi jika kamu ingin ke Medan dengan berbagai destinasi wisata, bisa bangat kan?