DEAR X Episode 8: Cinta, Dosa, dan Tragedi yang Menghancurkan Segalanya
- mydramalist
Olret –Duka kematian nenek Heo In-gang membuka serangkaian pengkhianatan, rahasia lama, dan kebenaran kelam yang memutuskan cinta Ah Jin dan Heo In-gang hingga berujung tragedi memilukan.
Duka Rumah Sakit, Misteri Kematian, dan Awal Kekacauan
Nenek In-gang terbaring kritis di rumah sakit, sementara Ah Jin menunggu di luar ruang operasi dengan wajah penuh kecemasan. Junho datang dan melihat Ah Jin terus berdoa tanpa henti, membuatnya bertanya-tanya apakah doa itu untuk keselamatan seseorang atau justru berlawanan. Tak lama kemudian, nenek In-gang dinyatakan meninggal. Kematian itu memukulnya dan keluarganya, sementara banyak orang datang memberi penghormatan terakhir, termasuk Lena dan Junho.
Di sisi lain, adik In-gang mulai curiga saat menemukan berita lama tentang kasus pembunuhan yang pernah menyeret nama Junho. Namun Junho bersikeras bahwa ia dijebak dan tidak bersalah. Polisi pun datang memeriksa kejadian sebelum nenek ditemukan terjatuh, dan perlahan terungkap bahwa nenek sebenarnya sempat menegur Ah Jin dengan keras sebelum kecelakaan itu terjadi. Hubungan mereka ternyata tak semanis yang terlihat nenek merasa sangat dikhianati olehnya.
Rahasia Lama Terbongkar, Pengakuan Heo In-gang, dan Benturan dengan Media
Dalam penyelidikan, muncul rekaman CCTV ilegal dari penghuni unit lantai atas yang merekam area tempat nenek terjatuh. Namun Junsu mengakui ia belum menontonnya. Saat itu pula terbongkar masa lalu Junho—bahwa ia pernah dipenjara lima tahun karena kasus yang ia yakini bukan kesalahannya. Ia menceritakan semua itu kepada Ah Jin, termasuk rasa bersalah yang selalu menghantuinya, hingga memutuskan mendoakan Ah Jin sebagai bentuk penebusan. Sementara itu, media mulai membahas hubungan Ah Jin dan Ingat secara sensasional.
Popularitas Ah Jin naik pesat, sementara karier Heo In-gang meredup. Rumor-rumor memojokkan Heo In-gang, bahkan menyebut bahwa Ah Jin hanya memanfaatkannya demi ketenaran. Di waktu bersamaan, Ah Jin mulai kehilangan kendali karena tekanan publik, hingga menghapus bukti CCTV yang mungkin bisa membersihkan namanya. Media makin liar, fandom marah, dan gosip tentang lamaran palsu membuat keadaan semakin tak terkendali.
Pengkhianatan Terbesar: Perpisahan, Pengakuan Mengerikan, dan Hancurnya Ingat
Ketegangan mencapai puncak ketika Ingat mendapati artikel tentang cincin yang seolah menunjukkan bahwa ia akan melamar Ah Jin. Padahal ingat tak pernah berniat demikian. Saat keduanya bertemu, Ah Jin justru ingin mengakhiri hubungan mereka secara sepihak. Dalam percakapan penuh emosi, Ah Jin mengakui dosa terbesarnya—setahun lalu ia mengambil buku catatan nenek Ingat tanpa izin dan mempelajari seluruh informasi tentang Ingat demi mendekatinya. Ia menjebak Ingat untuk jatuh cinta demi kepentingannya sendiri. Pengakuan itu menghancurkan Ingat sepenuhnya.
Ah Jin menegaskan bahwa hubungan mereka sudah berakhir dan bahwa artikel perpisahan telah dipersiapkan. Ingat, terpukul oleh kematian nenek sekaligus pengkhianatan orang yang ia cintai, akhirnya pulang dalam keadaan mental yang remuk. Keesokan paginya, Miri datang ke apartemen Heo In-gang dan menemukan Ingat tak bernyawa di dalam bak mandi, dengan darah mengalir ke cincin yang dulu ingin ia berikan. Dunia seketika runtuh bagi orang-orang yang mencintainya.
Gejolak Setelah Tragedi: Amarah Publik, Masa Lalu yang Terlupakan, dan Musuh Misterius
Kematian Heo In-gang memicu kemarahan publik. Para penggemar menuntut Ah Jin dikeluarkan dari agensi, sementara Jin diserang dengan tomat dan telur ketika muncul di depan umum. Sunghi menyelamatkannya dan membawanya ke rumahnya, namun tekanan tak berhenti. Di sisi lain, muncul seorang pria misterius yang tampak mengawasi pergerakan Ah Jin, Junho, dan Junsu. Ia tertarik pada kasus mereka dan seolah menikmati kekacauan yang terjadi. Sementara itu, ibu Junsu datang dan memohon maaf pada Ah Jin atas masa lalu kelam keluarganya, membuat Ah Jin semakin meledak secara emosional.
Kilas balik memperlihatkan bahwa sebelum jatuh, nenek Heo In-gang sempat mendengar pengakuan jujur Ah Jin mengenai niat awalnya mendekati Heo In-gang. Nenek tetap menyayanginya dan berjanji merahasiakan semuanya, namun takdir berkata lain ketika ia kehilangan keseimbangan dan terjatuh.
Episode berakhir dengan pria misterius yang terus mengawasi kehidupan Ah Jin dan sorot matanya yang seolah menyimpan rencana gelap yang belum terungkap.