Benchmark Apple MacBook Neo Terungkap, Performa CPU Nyaris Setara iPhone 16 Pro
- youtube
Olret – Hasil benchmark pertama untuk Apple MacBook Neo mulai muncul secara online. Laptop terbaru dari Apple ini menarik perhatian karena menggunakan chip yang tidak biasa untuk lini Mac, yaitu prosesor yang sama dengan yang dipakai pada smartphone flagship perusahaan.
Berdasarkan spesifikasi resmi Apple, MacBook Neo ditenagai oleh Apple A18 Pro, chipset enam inti yang juga digunakan pada Apple iPhone 16 Pro. Dengan penggunaan arsitektur yang sama, tidak mengherankan jika performa CPU antara kedua perangkat tersebut terlihat sangat mirip dalam pengujian awal.
Konfigurasi GPU Sedikit Berbeda
Meski menggunakan chip yang sama, terdapat sedikit perbedaan pada konfigurasi grafisnya. iPhone 16 Pro hadir dengan GPU enam inti, sementara MacBook Neo menggunakan GPU lima inti. Jumlah inti CPU pada keduanya tetap sama, yaitu enam inti.
Perbedaan konfigurasi grafis ini kemungkinan menjadi alasan utama mengapa skor grafis kedua perangkat tidak sepenuhnya identik dalam pengujian benchmark.
Hasil Benchmark Geekbench
Dalam pengujian menggunakan Geekbench, MacBook Neo mencatatkan hasil yang cukup mengesankan untuk perangkat yang menggunakan chip kelas mobile.
Laptop ini memperoleh skor 3.461 pada pengujian single-core, 8.668 pada multi-core, serta 31.286 pada pengujian grafis Metal.
Sebagai perbandingan, iPhone 16 Pro mencetak 3.445 poin pada single-core, 8.624 pada multi-core, dan 32.575 pada pengujian Metal. Angka tersebut menunjukkan bahwa performa CPU kedua perangkat hampir identik, yang wajar mengingat keduanya menggunakan arsitektur prosesor yang sama.
Sementara itu, selisih kecil pada skor grafis kemungkinan dipengaruhi oleh jumlah inti GPU yang lebih sedikit pada MacBook Neo.
Dibandingkan dengan MacBook Air Generasi Lama
Jika dibandingkan dengan laptop Mac generasi sebelumnya, MacBook Neo menunjukkan peningkatan performa yang cukup signifikan di beberapa aspek.
Sebagai contoh, Apple MacBook Air (M1) mencatatkan skor sekitar 2.346 pada single-core dan 8.342 pada multi-core dalam benchmark yang sama. Artinya, MacBook Neo mampu memberikan peningkatan cukup besar pada performa single-core, meskipun peningkatan pada beban kerja multi-core relatif tidak terlalu jauh.
Masih di Bawah MacBook Air M4
Namun, jika dibandingkan dengan generasi Mac yang lebih baru, performa MacBook Neo masih tertinggal cukup jauh. Apple MacBook Air (M4) misalnya, mampu mencapai 3.696 poin pada single-core dan 14.730 pada multi-core, menunjukkan keunggulan signifikan terutama dalam tugas yang memanfaatkan banyak inti CPU.
Posisi Performa di Antara Perangkat Apple Lainnya
Menariknya, MacBook Neo juga berada di bawah beberapa perangkat Apple lainnya dalam pengujian multi-core. Salah satunya adalah Apple iPad Air (M3), yang mampu mencetak sekitar 11.678 poin pada pengujian multi-core.
Meski demikian, performa MacBook Neo masih lebih tinggi dibanding perangkat entry-level seperti Apple iPad (11th generation), yang mencatatkan sekitar 6.036 poin pada pengujian multi-core.
Dengan posisi performa seperti ini, MacBook Neo tampaknya ditujukan sebagai laptop ringan dengan efisiensi tinggi, tetapi tetap berada di bawah lini Mac berbasis chip seri M dalam hal kemampuan komputasi berat.