Bixby Makin Pintar di One UI 8.5 Beta, Benarkah Bisa Pahami Bahasa Natural?
- youtube
Olret – Samsung kembali menyempurnakan pengalaman perangkat Galaxy lewat pembaruan beta kelima One UI 8.5 untuk jajaran Samsung Galaxy S25. Update terbaru ini membawa peningkatan signifikan pada asisten virtual Bixby, yang kini diklaim lebih cerdas dan responsif dalam memahami bahasa alami pengguna.
Pembaruan beta ini mulai digulirkan di sejumlah pasar utama, termasuk Jerman, India, Korea Selatan, Polandia, Inggris, dan Amerika Serikat. Samsung juga mengonfirmasi bahwa peluncuran yang lebih luas akan dilakukan dalam beberapa bulan ke depan.
Bixby Kini Lebih Natural dan Kontekstual
Dalam peningkatan terbarunya, Bixby tak lagi mengandalkan perintah kaku atau nama pengaturan yang spesifik. Pengguna kini bisa berbicara dengan bahasa yang lebih natural, tanpa harus mengetahui istilah teknis di dalam sistem.
Sebagai contoh, ketika pengguna mengatakan, “Saya tidak ingin layar mati otomatis saat saya masih melihatnya,” Bixby akan langsung memahami konteks tersebut dan mengaktifkan fitur Tetap Nyalakan Layar Saat Melihat, tanpa pengguna perlu mencari menu pengaturan secara manual.
Pendekatan ini dirancang untuk memangkas waktu navigasi dan membuat interaksi terasa lebih intuitif, terutama bagi pengguna yang belum familiar dengan seluruh fitur perangkat Galaxy.
Bisa Akses Pencarian Web Secara Real-Time
Tak hanya itu, Bixby di One UI 8.5 kini dibekali kemampuan integrasi pencarian web secara real-time. Artinya, asisten ini mampu menampilkan informasi terbaru langsung di dalam antarmuka Bixby tanpa perlu membuka browser terpisah.
Sebagai ilustrasi, jika pengguna meminta, “Temukan hotel di Seoul dengan kolam renang untuk anak-anak,” Bixby akan menampilkan hasil pencarian relevan langsung di layar. Fitur ini memperluas fungsi Bixby dari sekadar pengontrol perangkat menjadi asisten informasi yang lebih komprehensif.
Lebih Adaptif terhadap Konfigurasi Perangkat
Samsung juga menyebut bahwa Bixby kini mampu mengenali konfigurasi perangkat yang sedang digunakan dan memberikan saran solusi yang relevan. Dengan begitu, pengguna dapat menyelesaikan tugas lebih cepat, bahkan tanpa mengetahui secara detail lokasi fitur tertentu di dalam sistem.
Pendekatan berbasis konteks ini menjadi bagian dari strategi Samsung untuk menghadirkan pengalaman AI yang semakin personal dan efisien di ekosistem Galaxy.